Kamis, 08 Desember 2016

Disini botol plastik disulap menjadi jersey klub - klub Eropa

milennial kekinian -  Sampah Sekarang ini sudah menjadi masalah yang belum bisa teratasi secara maksima. Sampah plastik adalah sampah yang sangat populer karena memang telah menjadi komponen penting dalam kehidupan modern saat ini. sifat sifat bahan plastik inilah yang membuatnya sulit tergantikan dengan bahan lainnha untuk berbagai aplikasi khususnya dalam kehidupan sehari - hari. 



       Seperti telah kita ketahui bersama bahwa plastik sangat sulit terurai dalam tanah, membutuhkan waktu bertahun-tahun dan ini akan menimbulkan permasalahan tersendiri dalam penanganannya. Pembuangan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah bukanlah solusi yang cukup bijak dalam pengelolaan sampah plastik ini. Peranan para pemulung dalam mengurangi timbunan sampah plastik patut mendapat apresiasi meskipun ini tidak bisa menghilangkan seratus persen sampah plastik yang ada. Perlu adanya manajemen sampah plastik mulai dari lingkungan terkecil yaitu rumah tangga hingga skala besar meliputi kawasan kota yang dikelola oleh pemerintah kota atau daerah setempat. Untuk memudahkan pengelolaan sampah plastik pada skala rumah tangga, maka perlu adanya pemahaman tentang jenis-jenis plastik, kandungan materialnya, hingga dampaknya terhadap lingkungan sehingga diharapkan terbentuk manajemen pengelolaan yang tepat.



       Buat yang nonton pertandingan Liga Spanyol antara Real Madrid melawan Sporting Gijon pada Sabtu, 26 November 2016 lalu, pasti nyadar ada yang beda dengan jersey klub Los Blancos. 

Klub Real Madrid emang masih pake seragam putih-putih kebesaran mereka. Tapi bedanya, jersey yang dipake nggak dipenuhi logo sponsor kayak biasa. Hanya corak polos dengan warna putih agak pucat dan hanya ada emblem La Liga dan nomor punggung. Sementara lambang klub dan sponsor hanya terlihat samar-samar.



Pas lagi hujan deras di tengah-tengah pertandingan, baju jersey yang basah itu berubah jadi tembus pandang. Kok bisa ya?

Ternyata, Real Madrid lagi pake jersey khusus buat produsen apparelnya, Adidas yang terbuat dari sampah plastik. Untuk 1 buah jersey, menghabiskan 28 botol plastik bekas yang berasal dari program pembersihan limbah plastik di dekat Maldives.

Adidas yang bekerjasama dengan organisasi Parley for the Ocean itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran atas pencemaran lautan yang selalu meningkat tiap tahunnya akibat masyarakat yang tidak peduli. Kalo diliat lebih teliti, di bagian kerah jersey ada tulisan "For the Ocean." 



Istilahnya, jersey ini dibuat adalah jersey daur ulang. Setiap helai benangnya terbuat dari bahan polyester hasil daur ulang yang dapat menghemat sumber daya alam sekaligus mengurangi emisi.

Harganya? Ternyata lebih murah dari jersey asli Madrid yang biasanya. Untuk edisi daur ulang, dijual seharga 99,95 euro untuk versi lengan panjang dan 89,95 euro untuk lengan pendek. Sementara yang jersey asli Madrid biasanya harganya mencapai 119,95 euro.

Ternyata, awal mula penggunaan metode daur ulang limbah plastik untuk seragam klub atau peralatan olahraga dirintis oleh Nike sejak tahun 2010. Produk daur ulang pertamanya adalah seragam yang dipakai oleh 9 timnas dalam Piala Dunia 2010. Kesembilan tim nasional itu antara lain Brazil, Portugal, Slovenia, Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, Serbia, Amerika Serikat, dan sang finalis Piala Dunia, Belanda.

Kostum-kostum ini diproduksi dari sampah plastik dari pesisir Taiwan dan Jepang. Seperti diberitakan Daily Mail, produksi kostum ini secara massal, menurut Nike, dapat menyerap hingga 13 juta botol plastik dan menghasilkan hingga 254 ton limbah polyester. Jumlah ini cukup untuk menutupi 29 lapangan sepakbola ukuran standar.

Kira – kira di Indonesia kapan ya ....