milennial kekinian - Sampah Sekarang ini
sudah menjadi masalah yang belum bisa teratasi secara maksima. Sampah plastik
adalah sampah yang sangat populer karena memang telah menjadi komponen penting
dalam kehidupan modern saat ini. sifat sifat bahan plastik inilah yang
membuatnya sulit tergantikan dengan bahan lainnha untuk berbagai aplikasi
khususnya dalam kehidupan sehari - hari.
Seperti telah kita
ketahui bersama bahwa plastik sangat sulit terurai dalam tanah, membutuhkan
waktu bertahun-tahun dan ini akan menimbulkan permasalahan tersendiri dalam
penanganannya. Pembuangan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah bukanlah
solusi yang cukup bijak dalam pengelolaan sampah plastik ini. Peranan para
pemulung dalam mengurangi timbunan sampah plastik patut mendapat apresiasi
meskipun ini tidak bisa menghilangkan seratus persen sampah plastik yang ada.
Perlu adanya manajemen sampah plastik mulai dari lingkungan terkecil yaitu
rumah tangga hingga skala besar meliputi kawasan kota yang dikelola oleh
pemerintah kota atau daerah setempat. Untuk memudahkan pengelolaan sampah
plastik pada skala rumah tangga, maka perlu adanya pemahaman tentang
jenis-jenis plastik, kandungan materialnya, hingga dampaknya terhadap
lingkungan sehingga diharapkan terbentuk manajemen pengelolaan yang tepat.
Buat yang nonton
pertandingan Liga Spanyol antara Real Madrid melawan Sporting Gijon pada Sabtu,
26 November 2016 lalu, pasti nyadar ada yang beda dengan jersey klub Los
Blancos.
Klub Real Madrid
emang masih pake seragam putih-putih kebesaran mereka. Tapi bedanya, jersey
yang dipake nggak dipenuhi logo sponsor kayak biasa. Hanya corak polos dengan
warna putih agak pucat dan hanya ada emblem La Liga dan nomor punggung.
Sementara lambang klub dan sponsor hanya terlihat samar-samar.
Pas lagi hujan deras
di tengah-tengah pertandingan, baju jersey yang basah itu berubah jadi tembus
pandang. Kok bisa ya?
Ternyata, Real Madrid lagi pake jersey khusus buat produsen apparelnya, Adidas yang terbuat dari sampah plastik. Untuk 1 buah jersey, menghabiskan 28 botol plastik bekas yang berasal dari program pembersihan limbah plastik di dekat Maldives.
Adidas yang bekerjasama dengan organisasi Parley for the Ocean itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran atas pencemaran lautan yang selalu meningkat tiap tahunnya akibat masyarakat yang tidak peduli. Kalo diliat lebih teliti, di bagian kerah jersey ada tulisan "For the Ocean."
Ternyata, Real Madrid lagi pake jersey khusus buat produsen apparelnya, Adidas yang terbuat dari sampah plastik. Untuk 1 buah jersey, menghabiskan 28 botol plastik bekas yang berasal dari program pembersihan limbah plastik di dekat Maldives.
Adidas yang bekerjasama dengan organisasi Parley for the Ocean itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran atas pencemaran lautan yang selalu meningkat tiap tahunnya akibat masyarakat yang tidak peduli. Kalo diliat lebih teliti, di bagian kerah jersey ada tulisan "For the Ocean."
Istilahnya, jersey
ini dibuat adalah jersey daur ulang. Setiap helai benangnya terbuat dari bahan
polyester hasil daur ulang yang dapat menghemat sumber daya alam sekaligus
mengurangi emisi.
Harganya? Ternyata lebih murah dari jersey asli Madrid yang biasanya. Untuk edisi daur ulang, dijual seharga 99,95 euro untuk versi lengan panjang dan 89,95 euro untuk lengan pendek. Sementara yang jersey asli Madrid biasanya harganya mencapai 119,95 euro.
Harganya? Ternyata lebih murah dari jersey asli Madrid yang biasanya. Untuk edisi daur ulang, dijual seharga 99,95 euro untuk versi lengan panjang dan 89,95 euro untuk lengan pendek. Sementara yang jersey asli Madrid biasanya harganya mencapai 119,95 euro.
Ternyata, awal mula
penggunaan metode daur ulang limbah plastik untuk seragam klub atau peralatan
olahraga dirintis oleh Nike sejak tahun 2010. Produk daur ulang pertamanya
adalah seragam yang dipakai oleh 9 timnas dalam Piala Dunia 2010. Kesembilan
tim nasional itu antara lain Brazil, Portugal, Slovenia, Australia, Selandia
Baru, Korea Selatan, Serbia, Amerika Serikat, dan sang finalis Piala Dunia,
Belanda.
Kostum-kostum ini diproduksi dari sampah plastik dari pesisir Taiwan dan Jepang. Seperti diberitakan Daily Mail, produksi kostum ini secara massal, menurut Nike, dapat menyerap hingga 13 juta botol plastik dan menghasilkan hingga 254 ton limbah polyester. Jumlah ini cukup untuk menutupi 29 lapangan sepakbola ukuran standar.
Kostum-kostum ini diproduksi dari sampah plastik dari pesisir Taiwan dan Jepang. Seperti diberitakan Daily Mail, produksi kostum ini secara massal, menurut Nike, dapat menyerap hingga 13 juta botol plastik dan menghasilkan hingga 254 ton limbah polyester. Jumlah ini cukup untuk menutupi 29 lapangan sepakbola ukuran standar.
Kira – kira di Indonesia
kapan ya ....



